Rabu, 21 Desember 2011

5 ASPEK DARI IMAN



Iman adalah hal yang sangat penting bagi orang Kristen. Sebab alkitab mengatakan kita diselamatkan karena iman bukan karena perbuatan – Rm.3:28. Thomas Groome (teolog Amerika) mengatakan : ada 3 sisi dari iman yang tidak bisa dipisahkan, yaitu :
(a)          Believing
 Artinya: mempercayai yang benar. Yang benar itu tentu yang ada di dalam alkitab.

    (b)Trusting
  Artinya mempercayakan diri pada sosok yang benar. Sosok yang benar adalah Tuhan Yesus kristus

    (c) Doing
  Artinya : melakukan hal-hal yang benar. Hal yang benar adalah hal yang selaras dengan kehendak Tuhan.

Selain itu iman juga memiliki 5 aspek. Nah kita akan melihat apa saja ke 5 aspek dari iman tersebut.

5 ASPEK IMAN
Ke lima aspek ima itu meliputi hal-hal berikut ini :

1.Kebenaran ( Truth) - Rm.10:17
Iman tidak boleh lepas dari kebenaran. Pertanyaannya darimana kebenaran itu kita peroleh ?
Ada 4 sumber utama kebenaran ( pengetahuan) :
(a)   Kebenaran inderawi
Pengetahuan yang kita dapat melalui panca indra kita.
Misalnya : kita melihat matahari terbit disebelah timur dan tenggelam disebelah barat.

(b)  Kebenaran Ilmiah
Pengetahuan atau kebenaran yang kita peroleh dari hasil penelitian ilmiah.

(c)   Kebenaran empiris
Kebenaran atau pengetahuan yang kita peroleh dari pengalaman nyata.
Misalnya : kita tahu api itu panas karena kita pernah memegangnya dan terasa panas.

(d)  Kebenaran illahi/adikodrati
Kebenaran yang kita dapat karena adanya pewahuan dari Allah.
Misalnya: tentang adanya sorga dan neraka.

2.Penyerahan diri (Trust) – Rm.10:10
Memiliki iman itu bukan sekedar mempercayai sejumlah doktrin, tapi juga mempercayakan diri kepada sosok yang dipercayai.
Mempercayakan diri kepada Allah meliputi tindakan sebagai berikut  :
(a)          Percaya pada pemeliharaan Allah
Orang yang percaya (trust) kepada Allah memiliki keyakinan bahwa alah adalah pemelihara hidupnya.
Ia tidak kuatir dalam menjalani hidup ini, karena ia tau ada Allah yang akan menyediakan semua keperluannya – band.Fil.4:19

(b)          Percaya pada penyelamatan Allah
Orang yang percaya (trust) kepada Allah juga memiliki keyakinan bahwa Allah selalu menolong dirinya ketika ia menghadapi masalah yang berat yang tidak bisa diselesaikannya sendiri.

3.Kerja keras (Toil) –Ibr. 2:17, 11:7
Memiliki iman tidak berarti kita tidak melakukan tugas kita. Iman sejati justru akan  mengilhami kita untuk aktif dalam melayani Tuhan dan bekerja keras di tempat kita bekerja. Contohnya :
(a)   Iman Nuh
Iman dalam kehidupan Nuh berarti bekerja keras saat ia mempersiapkan sebuah bahtera sebagai bentuk ketaatan kepada Allah.

(b)  Iman Musa
Iman dalam hidup Musa berarti meninggalkan kenyamanan rumah mertuanya dan mengembara bersama umat Israel dipadang gurun sebagai bentuk kesetiaan kepada panggilan Allah.

4.Ujian – (Trials ) –1 Pet.1:7
Ujian adalah bagian dari iman! Ujian meupakan hal yang nomal bagi iman. Kalau tidak pernah diuji justru itu bukan iman sejati! Pertanyaannya, untuk apakah ujian itu ? Paling tidak ada 2 hal :
(a)          Menguatkan
Ujian atau pergumulan hidup membuat kita semakin kuat. Contoh :
(1)          Pohon yang paling kuat di gunung adalah yang berada di tempat paling tinggi, sebab di tempat itu anginnya kencang. Jadi, Pohon itu terlatih menahan gempuran angin.

(2)          Hasil riset menunjukkan bahwa 90% orang yang sukses luar biasa berasal dari kelarga yang kekurangan. Nah, karena kekurangan, ia terbiasa berjuang dari sejak kecil. Hasilnya : Mereka memiliki semangat pantang menyerah!


(b)          Mempromosikan
Setiap promosi, selalu diawali dengan ujian. Misalnya, anak sekolah kalau mau naik kelas, pasti harus melalui ujian dulu.

5. Siksaan/aniaya – (Torture ) –  Ibr. 11:36-37.
Orang beriman pasti pernah mengalami siksaan/aniaya karena imanya kepada Kristus.
Secara umum ada 2 jenis aniaya :
(a)          Aniaya fisik
Berupa kekrasan fisik yang dialami orang beriman karena keteguhan imannya kepada Kristus.

(b)          Aniaya mental
Berupa ancaman atau teror yang diterima orang percaya sebagai akibat dari imannya kepada Kristus.

Menyimpulan apa yang telah dibahas di atas kita bisa mengatakan : Sebagai orang beriman kita harus memiliki atau mengalami ke 5 aspek dari iman yang telah dibahas di atas. Hanya dengan demikian, maka iman kita akan semakin kuat dan berbuah lebat.

0 komentar:

Posting Komentar