Selasa, 06 November 2012

KENDALIKAN RASA TAKUT ANDA



Menurut kamus , yang dimaksud rasa takut disini adalah : tekanan emosi yang timbul karena adanya ancaman, kesakitan , atau bahaya yang menghadang.
Menurut  Dr John MacArthur ada 2 penyebab rasa takut itu :
(a) Hati nurani yang merasa salah
Orang yang habis berbuat dosa biasanya dihinggapi rasa takut akan hukuman Allah, karena hati nuraninya menuduh dirinya.
Contoh : Adam bersembuyi ketika dipanggil Allah.

(b) Kurangnya rasa percaya/iman
Orang yang kirang percaya/kurang iman biasana akan merasa takut karena ia erasa Tuhan tidak dapat mengatasi situasi yag dihadapinya.

Rasa takut atau  kuatir yang berlebihan ini bisa menghinggapi siapa saja. Oleh karena itu alkitab banyak mencatat  kata-kata Tuhan agar kita jangan takut!
Ada sekitar 100 kalimat :” jangan takut diucapkan Tuhan dalam seluruh alkitab.”

KENAPA KITA TIDAK BOLEH TAKUT ?
Ada beberapa alasan kenapa kita tidak boleh takut dalam hidup ini :
1. Katakutan merupakan senjata setan untuk menjatuhkan orang percaya
Setan tahu bahwa ketika kita dikuasai oleh ketakutan, maka iman kepada Tuhan akan hilang. Oleh sebab itu banyak pengkhotbah yang berpendapat lawan dari ketakutan/ Kekuatiran bukanlah keberanian, melainkan iman!

2.Tuhan tidak memberi  kita roh ketakutan
Alkitab dengan tegas mengatakan bahwa Tuhan tidak pernah memberi kita roh ketakutan.
Jadi,Tuhan tidak mau kita menjadi orang yang dikuasai oleh roh ketakutan.

3.Ketakutan membuat kita lumpuh
Ketakutan itu melumpuhkan. Orang yang dikuasai oleh roh ketakutan tidak akan produktif dan cenderung lumpuh (tidak menghasilkan apa-apa).

4. Roh ketakutan adalah milik orang “kecil”
Kalau anda memperhatikan sejarah, maka anda aka melihat bahwa orang-orang  yang berprestasi besar adalah para pemberani. Sementara orang-orang kecil (yang tidak berprestasi) adalah para pengecut!
Contoh : Columbus (penemu benua Amerika) adalah seorang pemberani yang berani mengambil jalur pelayaran yang tidak lazim sampai akhirnya secara tidak sengaja menemukan benua amerika.

CARA MENGATASI RASA TAKUT
1.Menyadari modal yang kita miliki
Kita harus menyadari bahwa Tuhan menciptakan kita dengan memberi modal yang luar biasa komplit. Kalau kita menyadari betapa luar biasaya modal yang kita miliki, maka kita tidak perlu menjadi takut. Apa saja modal yang dimiliki seorang manusia ?
Psikolog kenamaan dari Unuversitas Gajah mada Yogya,  Djamaludin Ancok menyebutkan ada 6 komponen modal utama seorang manusia , yaitu
(a) Modal Intelektual
Modal intelektual terletak pada kemauan untuk berfikir dan kemampuan untuk memikirkan sesuatu yang baru, maka modal intelektual tidak selalu ditentukan oleh tingkat pendidikan formal yang tinggi. Banyak orang yang tidak memiliki pendidikan formal yang tinggi tetapi dia seorang pemikir yang menghasilkan gagasan yang berkualitas.
Banyak pakar yang mengatakan bahwa modal intelektual sangat besar peranannya di dalam menambah nilai suatu kegiatan. Berbagai perusahaan yang unggul dan meraih banyak keuntungan adalah perusahaan yang terus menerus mengembangkan sumberdaya manusianya.

(b) Modal Emosional
Daniel Goleman menggunakan istilah Emotional Intelligence untuk menggambarkan kemampuan manusia untuk mengenal dan mengelola emosi diri sendiri, serta memahami emosi orang lain agar dia dapat mengambil tindakan yang sesuai dalam berinteraksi dengan orang lain.
Orang yang memiliki modal emosional yang tinggi memiliki sikap positif di dalam menjalani kehidupan. Dia memiliki pikiran positif (positive thingking) di dalam menilai sebuah fenomena kehidupan betapapun buruknya fenomena tersebut di mata orang lain.

(c) Modal Sosial
Kemampuan membangun jaringan sosial inilah yang disebut dengan modal sosial yang dilukiskan dengan dahan-dahan dan ranting. Makin banyak dahan dan ranting akan makin besar kemungkinan buah yang akan tumbuh.
Semakin luas pergaulan seseorang dan semakin luas jaringan hubungan sosial (social networking) semakin tinggi nilai seseorang.

(d) Modal Ketabahan
Ketabahan adalah modal untuk sukses dalam kehidupan, apakah itu kehidupan pribadi ataukah kehidupan sebuah organsanisasi. Khususnya di saat menghadapi kesulitan, atau problem yang belum terpecahkan hanya mereka yang tabah yang akan berhasil menyelesaikannya.

(e) Modal Moral dan spiritual
Ada empat komponen modal moral yang membuat seseorang memiliki kecerdasan moral yang tinggi yakni Integritas (integrity), Tanggung-jawab (responsibility), Penyayang (compassionate), dan Pemaaf (forgiveness).

(f) Modal Kesehatan
Badan atau raga adalah wadah untuk mendukung manifestasi semua modal di atas. Badan yang tidak sehat akan membuat semua modal di atas tidak muncul dengan maksimal. Oleh karena itu kesehatan adalah bagian dari modal manusia agar dia bisa bekerja dan berfikir secara produktif.

2.Kendalikan percakapan batin anda (Fil.4:8)
Ketakutan sering muncul karena “percakapan batin” kita cenderung negative.
Artinya kita sering berbicara yang negative dan pesimistis di dalam batin kita. Lalu bagaimana cara mengendalikan percakapan batin kita ?
(a) Berpikirlah positif
Ketika kita memenuhi pikiran kita dengan pikiran positif, maka otomatis percakapan batin kita juga menjadi positif.

(b) Rileks
Dengan rileks (tenang) kita bisa mengendalikan batin dan pikiran kita agar selaras dengan Firman Tuhan. Bacalah alkitab setiap saat, terutama pada saat-saat yang tenang.

3.Ijinkan Kristus menguasai hidup kita (Gal.2:20)
Masalah ketakutan adalah masalah apa yang menguasai hidup kita. Dalam hal ini ada 2 jenis manusia :
(a) Orang yang takut
Mereka dikuasai oleh roh ketakutan  sehingga mereka selalu  melihat hal-hal yang menakutkan dimasa depan.

(b) Orang yang beriman
Mereka dikuasai oleh Roh Kristus (Roh Kudus) sehingga mereka selalu melihat hal yang baik dan positif dimasa depan.
Intinya : apa yang mengusai hidup anda saat ini, akan menentukan hidup masa depan anda!

4. Tidak menyandarkan hidup pada apa yang kita rasakan, tapi pada firman Tuhan ( 1 Pet.1:24-25)
Iblis kerap mempermainkan perasaan kita. Jika kita menyandarkan diri berlebihan kepada perasaan, kita akan menjadi boneka mainan Iblis. Dengan mudah ia akan mengintimidasi perasaan kita sehingga kita tidak berani mengambil langkah maju. Kenapa demikian ?
(a) Karena perasaan kita tidak stabil
Perasaan kita sering dipengaruhi oleh situasi atau lingkungan disekitar kita. Ketika situasi baik, perasaan menjadi baik, tapi ketika situasi buruk, perasaan kita menjadi buruk juga.

(b) FT tidak pernah berubah
Berbeda dengan perasaan, FT tidak berubah-ubah. FT ,”ya” dan “amin” , sehingga kita bisa mengandalkannya disegala situasi kehidupan!

1 komentar: