Rabu, 16 Mei 2012

BERANI TAMPIL BEDA


Kita hidup di masa yang disebut sebagai masa Post Christianity (pasca kekristenan), yang ditandai oleh beberapa hal :
(a)  Memudarnya nilai-nilai yang dijunjung tinggi dalam kekristenan seperti kesucian hidup
Dari Hasil Survey, disebutkan disalah satu Negara Iceland  misalnya, Rata-rata melakukan hubungan seks hingga sampai kehilangan keperawanan pada umur 15 tahun.
Hasil survey itu juga menyebutkan orang Indonesia rata-rata kehilangan keperawanan pada umur 19,1 tahun. Yang paling bagus adalah Malaysia, rata-rata gadis disana kehilangan keerawanan pada usia – 23 tahun.

(b) Memudarnya rasa cinta kasih diantara manusia
Budaya kekerasan sekarang ini marak dimana-mana. Semua persoalan nampaknya cenderung diselesaikan dengan kekerasan.
Misalnya kasus : sengketa pilkada di papua diselesaikan dengan perang antar suku.

(c) Munculnya paham humanisme yang radikal
Paham humanisme adalah paham yang mengagungkan manusia lebih dari segalanya.
Kalau terlalu radikal paham ini bisa membuat manusia adalah penentu akhir dari kehidupan, bukan Tuhan.
Misalnya: dalam kasus aborsi kaum humanis sekuler biasanya membela pandangan Pro Choice – yang menekankan kebebasan si ibu untuk menentukan sendiri apakah anaknya akan dilahirkan atau diaborsi.

Nah, kali ini kita akan belajar dari Daniel tentang bagaimana hidup kudus dan benar di tengah dunia yang tidak mengindahkan nilai-nilai kekristenan.

BERANI TAMPIL BEDA ALA DANIEL
Ada beberapa hal yang menonjol dari diri Daniel yang bisa kita contoh :
1.Daniel adalah “man of purpose” = Manusia yang memiliki tujuan (Dan 1:8)
Berdasarkan tujuan hidupnya, manusia bisa dibagi menjadi 2 golongan :
(a) Manusia yang hidup untuk dirinya sendiri
Ini adalah tipe manusia duniawi yang hidupnya hanya untuk mengejar kesenangan pribadi, ciri-cirinya antara lain:
§  Hedonis = hidup hanya untuk senang-senang (hura-hura).
§  Egois = hidup untuk kepentingan dirinya sendiri, tidak peduli orang lain
§  Materialis = sangat mendewakan materi; kalu perlu rela “menjual diri” demi materi.dsb.

(b) Manusia yang hidup untuk Tuhan
Ini adalah tipe manusia yang mencari perkenanan Tuhan dalam hidupnya. Daniel termasuk tipe ini. Tujuan hidupnya hanya satu : bagaimana memuliakan Tuhan dalam hidup ini!
Ciri orang yang memuliakan Tuhan paling tidak ada 4 :
(1). Yang pertama adalah menyembah Tuhan.
Daniel rajin menyembah Tuhan. Sehari 3 kali ia berdoa kepada Tuhan (Dan.6:10).

(2). Yang kedua, adalah mengasihi orang lain
Daniel tetap mengasihi dan tidak mendendam pada orang-orang yang berusaha mencelakakannya.

(3). Yang ketiga adalah menjadi peta teladan Kristus.
Jika mau menjadi peta,jalanNya harus kita ikuti. Daniel dengan setia mengikuti jalan Tuhan dalam hidupnya.

(4). Yang ke empat, berani memberitakan nama Tuhan
Dengan keberaniannya menolak perintah raja, Daniel sudah menjadi saksi Tuhan yang luar biasa.  Apalagi setelah ia selamat dari gua singa, Daniel bersaksi bahwa semua itu adalah karya Allah semata (Dan.6:22).

2. Daniel adalah “Man of Principle” = manusia yang berprinsip (Lih.Maz.15:1-5)
Daniel, sekalipun masih muda tapi sangat memegang prinsip hidupnya, yaitu :
(a) Menyenangkan hati Tuhan dan bukan manusia
Daniel berani menolak menyantap hidangan dan munuman untuk raja (Dan.1:8). Ada 2 alasan Daniel dalam hal ini :
(1). Pertama, makanan yang diberikan tidak memenuhi persyaratan makanan menurut hukum Musa dimana kemungkinan besar  makanan Itu mengandung daging dari hewan yang dilarang dimakan (haram).

(2). Kedua, anggur dan daging mungkin telah dipersembahkan untuk berhala seperti adat di Babel. (Keluaran 34:15)
Kita harus ingat konteksnya, Daniel hidup dalam zaman perjanjian lama dimana ke dua hal diatas diangggap sebagai dosa!

(b) Tidak mau menghalalkan segala cara
Sekalipun Daniel suka diangkat sebagai petinggi istana, tapi ia tidak mau menghalalkan segala cara untuk memperoleh kedudukan tinggi. Ia tidak mau mengorbankan iman dan kesucian hidupnya hanya untuk sebuah jabatan!

3.Daniel adalah “Man of Purity” = manusia yang suci/murni
Daniel adalah manusia yang menjaga kesucian hidupnya dengan sungguh-sungguh. Ini terbukti ketika “lawan-lawannya” tidak bisa menemukan satupun kesalahan dari dirinya.
Kalau kita bisa hidup suci ditengah dunia yang jahat, kita akan :
(a) Menjadi berkat
Di dunia ini pada dasarnya ada 2 tipe manusia :
(1) Tipe matahari
Matahari itu kerjaannya selalu memberi kehidupan di atas mayapada tanpa mengenal pamrih.
Dia melakukan dengan kontinyu, terus-menerus setiap hari, tidak angot-angotan.

(2) Tipe benalu
Sebaliknya tipe benalu selalu menjadi beban orang lain. Kerjaannya merugikan dan mengambil “bagian” orang lain

(b) Mempengaruhi, bukan dipengaruhi – Kej.6:5-9
Dalam berhubungan dengan lingkungan  (komunitas) ada 2 pilihan : pertama,  kita dipengaruhi lingkungan atau kedua, kita mempengaruhi lingkungan.
Hampir semua pemenang dalam hidup ini adalah orang yang bisa mempengaruhi lingkungan atau orang disekitarnya!
Orang kristen dipanggil untuk menjadi Terang dan garam dunia. Ini bicara tentang mempengaruhi.
(1) Terang
Hadir untuk mempengaruhi keadaan sekitarnya (dunia) agar tidak gelap.
Sebab kalau gelap banyak kejahatan terjadi (perhatikan kebanyakan kejahatan terjadi pada waktu malam gelap)

(2) Garam
Hadir untuk mempengaruhi seluruh masakan agar punya rasa! Tanpa garam makanan akan jadi hambar.

4.Daniel adalah “Man of Prayer” = manusia yang berdoa (Dan.6:10)
Yang menarik dari Daniel adalah, ia tidak berdoa hanya karena ada masalah, tetapi doa merupakan kebiasaan hidupnya! Berdoa secara kontinyu memiliki beberapa manfaat :
(1). Mengurangi stress yang ditimbulkan oleh beraneka ragam persoalan hidup.
Mereka yang suka malas berdoa akan lebih mudah untuk mengalami stress

(2). Menurunkan tingkat emosi atau kemarahan.
Mereka yang lebih sering berdoa akan lebih mampu mengendalikan diri dalam hal emosi dan kemarahan mereka yang sedang mau marah dan kemudian berdoa niscaya emosinya menjadi stabil

(3). Mengurangi bahkan menghilangkan rasa putus asa
Mereka yang tekun berdoa akan memiliki kemampuan lebih untuk tidak mudah putus asa saat berada dalam kegagalan dibanding mereka yang jarang bahkan sama sekali malas berdoa

(4). Meningkatkan ketegaran hati.
Mereka yang lebih tekun berdoa akan lebih tegar menghadapi peristiwa-peristiwa yang terjadi di luar yang dikehendakinya bahkan peristiwa pahit sekalipun

(5). Meningkatkan daya tahan tubuh dari penyakit-penyakit yang disebabkan gangguan psikis.
Dengan ketekunan dalam berdoa, seseorang akan memiliki daya tahan secara fisik karena mampu untuk menghadapi dan menjalani kehidupan dengan segala peristiwanya dalam terang Kehendak Allah, sehingga tubuh tidak menjadi mudah lemah karena beban pikiran dan pekerjaan.

(6).  Meningkatkan daya cinta kasih kepada diri sendiri dan orang lain.
Ketekunan dalam doa membuat seseorang memiliki relasi intim dengan Tuhan Allah. Allah sendiri adalah kasih maka mereka yang tekun berdoa niscaya memiliki daya cinta kasih yang lebih kepada diri sendiri dan sesamanya.

(7). Meningkatkan kemampuan dalam mengembangkan diri.
Seseorang yang dalam hidupnya tekun untuk berdoa akan memiliki kekuatan dan kemampuan untuk mengembangkan diri dengan lebih maksimal, karena ia akan semakin memahami talenta-talenta yang Tuhan berikan dan bagaimana seharusnya dikembangkan

(8). Menjadikan yang tidak baik menjadi baik.
Setiap orang yang tekun berdoa akan memiliki kemampuan untuk merubah yang tidak baik menjadi baik, dibandingkan mereka yang malas berdoa justru menjadikan yang baik menjadi buruk.

5.Daniel adalah “Man of Personality” = manusia yang berkepribadian
Daniel adalah manusia dengan kepribadian yang sehat dan kuat. Hal itu terbukti lewat karyanya :
(a) Ia adalah seorang pekerja keras
Karena kerja kerasnya inilah maka ia bisa menempati posisi yang tinggi. Kinerjanya berada di atas rata-rata orang Babel. Ia memiliki spirit of excellent.

(b) Ia orang yang jujur
Terbukti, ia dipercaya raja, dan ketika musuh-musuhnya mau mencelakakannya, tidak ditemukan kesalahan dari dirinya.

Kita harus berani tampil beda seperti Daniel. Orang percaya sering digambarkan seperti seekor domba ditengah serigala. Agar domba bisa survive di tengah serigala, ia harus memiliki 3 hal :
(a) Kecerdikan
Dalam hidup ini yang kuat sering kalah dengan yang cerdik.
Contoh : Gajah yang kuat bisa kalah dengan semut yang kecil, kalau si semut masuk ke telinga gajah dan menggigitnya, lama kelamaan si gajah bisa jadi “gila.”

(b) Ketulusan
Hidup ditengah-tengah serigala (orang-orang yang jahat) kita justru harus memiliki ketulusan hati. Kita jangan ikut-ikutan curang ditengah dunia yang curang ini!

(c)  Keberanian
Selain kecerdikan dan ketulusan hati, kita butuh juga keberanian untuk hidup ditengah dunia yang jahat ini. Tanpa keberanian, domba tidak akan mampu bertahan hidup ditengah kawanan serigala.

0 komentar:

Posting Komentar