Senin, 02 Juli 2012

6 TANDA KEMATANGAN ROHANI


Perjalanan hidup manusia bergerak dari sifat kanak-kanak menjadi sikap dewasa yang matang. Demikian juga perjalanan spiritual (kerohanian) seseorang, bergerak dari sifat duniawi menuju sifat dewasa yang matang!
Yang dimaksud kematangan rohani adalah sebuah keadaan rohani seseorang yang ditandai sejumlah hal berikut ini:
(a)                Karakter dan kepribadiannya sudah dewasa
(b)               Dapat mengendalikan emosi
(c)                Hubungannya dengan Tuhan sangat dekat
(d)               Hubungannya dengan sesama harmonis
(e)                Ia melayani Tuhan dengan sepenuh hati.

Brad Waggoner dalam bukunya “The shape of Spirituality to come” mengatakan : melayani Tuhan dan sesama adalah tanda dari kematangan rohani. Dalam faktanya, tanpa pelayanan, pembaharuan rohani menjadi tidak mungkin!
Kali ini kita akan melihat 6 tanda kematangan rohani itu dalam 6 bidang kehidupan (lih. 1 Kor.13:11)

6 TANDA KEMATANGAN ROHANI
1.Pemikiran-pemikirannya – Rm.12:2
Kematangan rohani berawal dari pemikiran kita. Kalau pemikiran kita sudah sejalan dengan FT, maka kita akan tumbuh menjadi matang!
Oleh sebab itu kita harus mendisiplinkan pemikiran kita agar selalu selaras dengan FT. Ketika pikiran kita dibaharui maka, hidup kita akan berubah.
Menurut Fil.4:8, pikiran kita harus dipenuhi hal-hal berikut ini :
(a)                Yang benar – maksudnya kebenaran sesuai FT
(b)               Yang mulia – hal-hal yang mulia seperti kasih, kemurahan hati dsb
(c)                Yang Adil – hal-hal yang berkaitan dengan prinsip keadilan
(d)               Yang suci – hal-hal yang kudus/suci
(e)                Yang manis – hal-hal yang menyenangkan, seperti,
(f)                Yang sedap di dengar – kata-kata yang enak ditelinga (pujian, penghargaan)
(g)               Kebajikan – hal-hal yang baik berkaitan dengan moralitas
(h)               Yang patut dipuji – hal-hal yang mendatangkan pujian.


2.Kata-katanya – Yak.1:26
Kematangan rohani nampak juga dalam kata-kata yang kita ucapkan.
Jika kita terus-terusan mengucapkan kata-kata yang ”jahat” (negatif) dan sembrono, maka rohani kita sulit untuk bertumbuh!
Ingat , hidup atau mati dikuasai oleh lidah (perkataan) kita! – Ams. 18:21
Oleh sebab itu orang yang sudah matang rohaninya hanya akan mengucapkan kata-kata yang membangun dan menghidupkan semangat orang lain! Mis:
(a)                kata-kata Pujian
(b)               Kata-kata dukungan/penguatan
(c)                Kata-kata penghiburan dsb.

3.Tindakannya – Yak. 2:26
Kematangan rohani juga tercermin dari setiap tindakan yang kita lakukan!
Bagimana kita bertindak/bekerja akan mengungakapkan seberapa rohani diri kita.
Orang yang matang rohani akan bertindak/bekerja dengan penuh tanggung jawab!
Tidak bekerja dengan asal-asalan dan tanpa menjaga kualitas.
Contoh kasus ”
(a)    Nuh (Ibrani 11:7 ) bekerja dengan penuh tanggung jawab menyelesaikan bahtera sebagaimana diperintahkan oleh Tuhan.
(b)   Kornelius ( Kis.10:1-2 ) senantiasa berdoa dan berbuat baik kepada mereka yang membutuhkan.
(c)    Tuhan Yesus berkeliling kota untuk menyembuhkan dan mengabarkan injil

Intinya, orang yang matang rohani bukanlah orang yang malas dan pasif. Tetapi orang yang bekerja keras dan selalu berbuat baik, buah hidupnya nyata dinikmati orang lain!

4. Sikapnya
Orang yang matang secara rohani tercermin dari sikap yang diperlihatkannya!
Contohnya :
(a)                Dia bersikap bertangung jawab mengembangkan apa yang dipercayakan kepadanya.
Dalam perumpamaan tentang Talenta (Mat.25 :14-30 ) hal ini ditunjukkan oleh hamba ke 1 dan ke 2. Sementara yang ke 3 tidak bertanggung jawab.

(b)               Dia bersikap tidak membeda-bedakan baik kepada orang miskin maupun kaya – Yak. 2 :1-5

(c)                Dia tidak pilih kasih (band. Sikap Ishak dan Ribkah terhadap Esau dan Yakub – Kej. 25 :29-34 ).

(d)               Dia rendah hati (pencuri yang dibelah Yesus, yang satu sombong, yang satu rendah hati -  Luk. 23 :39-43 ).

5.Reaksinya
Kematangan rohani tercermin dari reaksi seseorang saat mengalami pengalaman pahit (penderitaan). Contoh kasus :
(a)                Yesus bereaksi secara baik dengan cara mengampuni mereka yang menyalibkannya – Luk. 23 :34

(b)               Stephanus juga bereaksi sama dengan Yesus, dia mendoakan mereka yang merajamnya dengan batu – Kis.7:54-60

(c)                Ayub, berlutut dan menyembah Tuhan saat tahu anak-anaknya mati dan harta bendanya hilang – Ayub 1 :13-22

Semua contoh di atas menunjukkan bahwa seorang yang sudah matang rohaninya akan bereaksi dengan baik (tidak marah-marah, tidak ngambek, tidak protes kepada Tuhan dsb), saat mereka mengalami kepedihan/penderitaan!

6. Keinginan-keinginannya
Kematangan rohani terlihat dari keinginan-keinginan dan kerinduan-kerinduannya! Orang yang matang rohaninya akan mencari perkara-erkara yang di atas (rohani) lebih dari perkara-perkara duniawi – Kol. 3 :1-2
Orang yang matang rohani juga selalu berusaha mencari kehendak dan tujuan Tuhan untuk dirinya! Keinginan-keinginannya selaras dengan kehendak Tuhan!

Kesimpulannya, orang yang matang rohaninya akan bersikap, berpikir, bertindak dan bereaksi secara tepat sesuai dengan kehendak Tuhan. Hidup melayani Tuhan dan sesamanya dengan sepenuh hati.



1 komentar: